Leonardo C. S.(18) XII IPA 6



A. Perencanaan Usaha Budi Daya Unggas Petelur 



  1. Ide dan Peluang Usaha
    Banyak keuntungan yang bisa diraih dari beternak itik petelur, sehingga sampai saat ini budidaya itik masih menjadi pilihan untuk jadi lahan usaha. Itik memiliki daya tahan yang cukup tinggi dari serangan penyakit, termasuk flu burung. Ini tak terlepas dari faktor bawaan (carrier) itik yang memang memiliki kekebalan terhadap serangan virus tersebut. Di samping itu, budidaya itik petelur juga memiliki beberapa keuntungan. Pertama, dari segi pemeliharaan, beternak itik memang lebih mudah dibandingkan dengan peternak ayam. Di samping kegiatan yang dilakukan lebih sedikit, beternak itik juga tidak dipusingkan dengan jadwal vaksin yang harus dilakukan terhadap unggas.

  2. Sumber Daya yang Dibutuhkan
    Salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha adalah bagaimana seorang pengembang usaha (entrepreneur) mengelola sumber daya yang menjadi aset perusahaannya. Secara umum sumber daya yang dapat dieksplorasi untuk menghasilkan suatu perusahaan yang sukses, diantaranya adalah sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, entrepreneurship, administrasi usaha.
B. Sistem Produksi Usaha Budi Daya Unggas Petelur
  • memilih bibit
    Ada tiga cara memilih bibit untuk memperoleh bibit itik yang baik yaitu 
    a. membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya 
    b. memelihara induk yaitu pejantan dan betina unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian  meletakkannya pada sebuah mesin tetas 
    c. membeli Dod dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapatkan rekomendasi dari dinas peternakan setempat ciri dioda yang baik adalah tidak cacat atau tidak sakit dengan warna bulu kuning nya meninggal

  • penyiapan bibit itik petelur
    Dalam penyiapan bibit bagi calon peternak ada tiga cara yang dapat dipilih dalam menggunakan bibit yaitu membeli di COD adalah usaha ternak itik petelur yang dapat dimulai dengan membeli anak itik umur sehari Dod. Memelihara DOD hingga bertelur membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk itu jika ingin memilih cara ini maka pertimbangkan waktu harus benar-benar diperhatikan. Selain itu risiko kematian lebih besar, Membeli itik remaja siap bertelur yakni dara yang masih membutuhkan berapa waktu lagi sebelum memulai bertelur. Itik remaja siap bertelur adalah berumur sekitar 5 sampai 6 bulan Itik remaja siap bertelur tidak berarti ketika dibeli peternak langsung bisa menghasilkan telur

  • prosedur pemeliharaan
    Prosedur beternak itik semakin berkembang pesat. Mayoritas sistem beternak itik dengan cara digembalakan sudah digantikan dengan sistem beternak secara semi intensif atau intensif, Karena lebih efisien dan menguntungkan namun sampai saat ini masih ada peternak di beberapa daerah yang menjalankan usaha peternakan nya dengan cara digiring ke sawah
    .
  • pemilihan lokasi dan kandang itik
    Lokasi dan lingkungan perkandangan hendaknya terlebih dahulu ditentukan sebelum membuka usaha peternakan lokasi yang dipilih dekat pasar pabrik gilingan padi jauh dari kebisingan seperti di pegunungan serta terlindung dari pepohonan dan bambu Selain itu kandang sebanyak tidak terlalu dekat dengan tanaman sawah dan pemukiman penduduk

  • penyiapan kandang
    Sarana utama budidaya itik petelur adalah kandang kandang Ren dinilai cocok dan banyak dipakai dalam budidaya itik semi intensif.Kandang Ren dibagi dua ruangan utama ruang istirahat atau bertelur dan pelataran tempat bermain atau pelayanan.Ruang istirahat berupa ruangan beratap seperti rumah joglo berlantaikan tanah yang dilapisi alas.Di tempat inilah itiberistirahat pada malam hari dan bertelur pada dinihari lebar ruangan istirahat disesuaikan dengan kapasitas itik yang akan dipelihara

  • varietas itik petelur
    Jenis itik bisa dikategorikan varietas unggul apabila mereka bisa menghasilkan telur sebanyak 200-250 telur/ekor dalam setahun, dengan kisaran berat telur 70-5 gram. beberapa jenis itik yang dapat digolongkan pada varietas petelur unggulan adalah sebagai berikut.

    a.Indian Runner
    meliputi itik karawang, itik mojosari, itik tegal, dan itik magelang
    b. Itik Bali atau Itik Pinguin
    Ciri-ciri itik Bali adalah sebagai berikut
    1) itik biasanya mempunyai gombak atau Jambul di atas kepalanya 2) warna bulunya Biasanya putih atau belang putih
    3) bentuk badan sama dengan itik Tegal namun lebih langsing dan lebih tiga
    4) daya bertelurnya berkisar antara 150 butir sampai 220 butir pertahun
    5) ukuran telur itik Bali tergolong kecil beratnya sekitar 59 gram per butir
    c. Itik Alabio
    d, itik Khaki Campbell


  • gizi pakan itik
    Pakan adalah campuran beberapa bahan bakar yang dihasilkan dari hasil olahan industri pertanian. Bahan baku pakan itik pada umumnya digolongkan menjadi 2 yaitu bahan baku nabati dan bahan baku hewani. Bahan baku nabati merupakan sumber energi terbaru untu itik dan cara pengadaan yang relatif murah bahan baku nabati itu antara lain dedak halus, jagung

    kuning, bungkil kedelai, ampas tahu, tepung daun papaya, tepung daun lamtoro, dan tepung daun turi. Adapun bahan baku hewan antara lain keong, bekicot, dan cacing. Selain itu ada juga yang dalam bentuk olahan pabrik seperti tepung ikan, tepung bulu, tepung darah, tepung limbah udang, tepung kerang, tepung kepala udang, dan sebagainya.

  • penyakit pada itik petelur
    Penyakit itik dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :
    a. penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus,bakteri dan protozoa
    b. penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat
    Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah sebagai berikut,
    1. Penyakit Duck Chloera
    2. Penyakit Salmonellosis
    3. Penyakit Parasit (berak darah, cacingan)
    4. Penyakit Bakterial
    5. Penyakit Virus
    6. Penyakit lain yang disebabkan jamut
  • panen dan pasca-panen
    a. Panen
    Hasil utama usaha ternak itik petelur adalah telur itik dan hasil tambah berupa induk apkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanaman.

    b. Pasca-Panen
    Kegiatan dalam tahap ini adalah pengawetan. Adapun perlakuan pengawatan terdiri atas 5 macam, yaitu :
    1. Pengawetan dengan air hangat
    2. Pengawetan telur dengan daun jambu biji
    3. pengawtan telur dengan minyak kelapa
    4. Pengawetan telur dengan natrium silikat
    5. Pengawetan telur dengan garam dapur

C. Media Promosi Produk Usaha Budi Daya Unggas Petelur

Beberapa langkah strategis yang dapat diambil dalam melakukan promosi adalah sebagai berikut.
  1. Lakukan riset pasar yang akan dibidik
    Manfaat yang diperoleh dari pengumpulan informasi yang dilakukan oleh peternak adalah peternak mengtahui dengan jelas jenis dan kualitas produk yang diinginkan konsumen, mengetahui cara pemasaran yang sebaiknya ditempuh agar volume penjualan telur dapat ditingkatkan, dan peternak dapat mengetahui tindakan tindakan perbaikan yang akan dilakukan agar pelanggan tetap atau jumlahnya dapat ditingkatkan.
    |
  2. Penetrasi pasar atau pertumbuhan Terkonsentrasi
    Pentrasi dilakukan untuk :
    a. menambah tingkat penggunaan pelanggan lama, dengan cara menambah jumlah pembelian, mengiklankan penggunaan lain, dan memberi insentif harga untuk penggunaan lebih banyak;
    b. memikat pelanggan pesaing, melalui mempertajam diferesiasi produ, peningkatan usaha promosi, dan penurunan harga;
    c. memikat bukan pengguna untuk membeli produk, dengan caramerangsang keinginan mencoba melalui produk contoh, insentif harga, dsb.
D. Sistem Konsinyasi Produk Usaha Budi Daya Unggas Petelur

Salah satu mekanisme pemasaran produk budidaya itik petelur adalah dengan cara konsinyasi. Cara konsinyasi adalah proses pendistribusian atau penjualan barang. Penjualan hanya menyediakan tempat dari personal, barang yang dijual, disimpan, atau dititipkan pada penjual baju di took, pasar, atau penjual lainnya. Penjual tersebut membayar pada pihak produsen pada saat barang tersebut telah terjual. Pemilik toko akan menjual dengan nilai jual yang lebih tinggi dengan harga yang didapat dari produsen. Produsen mengambil kembali barang yang tidak terjual dan mencoba untuk menjualnya di tempat lain. Proses konsinyasi terjadi melalui persetujuan antara produsen pelaku usaha dengan penjual. Strategi dengan penjualan sistem konsinyasi ini sangat efektif bagi pemilik produk. Cara konsinyasi untuk produk hasil budidaya itik petelur ini cukup bagus untuk dibentuk sebagai. Upaya penataan pasar dengan target pemasaran yang lebih luas. Upaya ini baik dilakukan mengingat keterbatasan pelaku usaha dalam melakukan pemasaran ke berbagai tempat. Kerjasama yang dibangun antara pelaku usaha budidaya itik petelur dengan penjual di beberapa tempat diyakini akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar



Komentar